
Sikap Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina kembali menjadi sorotan publik. Di tengah dinamika politik global dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, posisi Indonesia dinilai tetap konsisten dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Haikal Hassan turut menyampaikan pendapatnya mengenai hal tersebut, menegaskan bahwa dukungan Indonesia bukanlah sikap sesaat, melainkan prinsip yang berakar kuat pada nilai konstitusi dan kemanusiaan.
Menurut Haikal Hassan, dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki dasar yang sangat jelas, yaitu amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam konstitusi disebutkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Palestina, yang hingga kini masih menghadapi pendudukan dan konflik, menjadi simbol nyata dari perjuangan melawan penjajahan di era modern.
Haikal menilai bahwa sikap Indonesia dalam isu Palestina relatif konsisten dari masa ke masa, terlepas dari pergantian pemerintahan. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina telah menjadi bagian dari politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Prinsip ini menempatkan Indonesia tidak sekadar sebagai pengamat, tetapi sebagai negara yang aktif menyuarakan keadilan di forum internasional.
Lebih lanjut, Haikal Hassan menekankan bahwa isu Palestina bukan hanya persoalan politik atau agama, melainkan isu kemanusiaan universal. Konflik yang berkepanjangan telah menimbulkan penderitaan besar bagi rakyat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Dalam konteks ini, sikap Indonesia dinilai tepat karena menempatkan nilai kemanusiaan sebagai dasar utama dalam menentukan posisi politik luar negeri.
Indonesia juga memiliki peran strategis di tingkat global. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan anggota aktif berbagai organisasi internasional, suara Indonesia memiliki bobot tersendiri. Haikal Hassan berpandangan bahwa konsistensi Indonesia dalam membela Palestina memperkuat citra bangsa sebagai negara yang menjunjung tinggi keadilan dan perdamaian dunia.
Haikal juga menyoroti pentingnya diplomasi aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dukungan moral yang disampaikan melalui pernyataan resmi perlu diiringi dengan langkah diplomatik konkret, baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun forum multilateral lainnya. Dalam pandangannya, diplomasi yang konsisten dan terarah dapat menjadi alat efektif untuk menekan ketidakadilan dan membuka ruang dialog yang lebih adil bagi Palestina.
Selain di tingkat internasional, Haikal Hassan melihat dukungan terhadap Palestina juga tercermin kuat di tingkat domestik. Solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina kerap diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari aksi kemanusiaan hingga bantuan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya sikap elite politik, tetapi juga aspirasi kolektif rakyat Indonesia.
Namun demikian, Haikal mengingatkan agar isu Palestina tidak dipolitisasi secara sempit untuk kepentingan jangka pendek. Menurutnya, membela kemerdekaan Palestina harus ditempatkan sebagai sikap moral dan kemanusiaan yang melampaui kepentingan politik praktis. Konsistensi Indonesia akan terjaga jika isu ini dikelola dengan pendekatan yang berimbang, rasional, dan berorientasi pada perdamaian jangka panjang.
Dalam situasi global yang semakin kompleks, sikap tegas namun bijaksana menjadi sangat penting. Haikal Hassan menilai bahwa Indonesia telah menunjukkan kemampuan untuk menjaga keseimbangan tersebut. Di satu sisi, Indonesia tetap lantang menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina. Di sisi lain, Indonesia juga mendorong solusi damai yang menghormati hukum internasional dan hak asasi manusia.
Pada akhirnya, pendapat Haikal Hassan menegaskan bahwa sikap Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina merupakan cerminan jati diri bangsa. Dukungan tersebut bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga wujud nyata komitmen Indonesia terhadap keadilan global. Selama prinsip konstitusi dan nilai kemanusiaan terus dijadikan landasan, Indonesia diharapkan tetap konsisten menjadi salah satu suara terkuat dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di kancah internasional.






