MIANGAS — Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (14/2/2026), untuk melihat langsung kondisi wilayah perbatasan Indonesia dengan Filipina.
Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan sejumlah fasilitas pemerintah yang tidak terawat, seperti bangunan kantor yang rusak, pagar yang copot, serta papan nama instansi yang tidak lagi terbaca. Ia juga menyoroti belum adanya layanan feri menuju Miangas dalam satu tahun terakhir.
Sahrin mengatakan wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan negara perlu mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan akses transportasi.
Selain itu, warga setempat menyampaikan aspirasi terkait aturan perdagangan lintas batas Indonesia–Filipina yang dinilai masih membatasi aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu yang disoroti adalah batas nilai barang yang dapat dibawa dalam perdagangan lintas negara yang saat ini sekitar USD 250.
Menurut Sahrin, aspirasi masyarakat perbatasan perlu menjadi perhatian pemerintah agar kesejahteraan warga di pulau-pulau terluar dapat meningkat.
Pulau Miangas merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina.



