Terus Semangat Berjuang 'Di Rumah Saja' Usir Virus Korona!

Masa pandemi virus korona, hal ini banyak membuat orang takut, panik, khawatir, dan waspada. Bagaimana tidak, jumlah orang yang terkena virus ini di Indonesia menurut data kemarin (26 Maret 2020) sudah mencapai angka 700-an orang. Doa dan harapan yang mungkin diungkapkan oleh semua orang rasanya adalah semoga jumlah tersebut tidak bertambah dan kemudian penyebaran virusnya segera terhenti.

Di rumah saja, ini adalah tagar yang digaungkan oleh banyak orang di Indonesia. ‘Di rumah saja’ adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menghentikan penyebaran virus korona. Dengan mengurangi mobilitas orang, diharapkan sosialisasi fisik secara langsung pun berkurang. Hal ini juga lah yang diharapkan bisa menekan laju mobilitas virus yang mungkin ‘terbawa’ oleh orang-orang dalam sosialiasi. Ketika ada yang ‘membawa’ virus, virus tersebut ternyata bisa berpindah dari pembawa satu ke pembawa yang lainnya, begitu seterusnya. Orang bagaikan kendaraan yang bisa dinaiki oleh virus. Karenanya ketika ‘kendaraan’ tersebut parkir (baca: orang berdiam diri di rumah), maka virusnya pun tidak akan berpindah atau berjalan-jalan. Dan kemudian virus tersebut bisa terkalahkan oleh antibodi orang yang sudah terkena virus dan sang virus pun akhirnya musnah.

Di rumah saja, ternyata menjadi aktifitas yang menantang bagi kita. Bagi orang dewasa, remaja, anak-anak, ini adalah sebuah tantangan. Ketika biasanya anak-anak bebas bermain ke luar rumah, kini dengan terpaksa mereka harus puasa dulu dari kegiatan bermain di luar rumah. Ketika para pekerja tidak pernah terhalangi mobilitasnya, kini pun mengalami nasib tak bisa lagi bermobilitas sebebas dulu. Hal yang sama juga dialami oleh para lanjut usia, ketika di hari biasa mereka bebas berkumpul berolahraga bersama dengan teman-temannya di taman, kini harus puas dengan hanya berolahraga sendirian di rumah. Banyak aktifitas yang harus direlakan para remaja yang terbiasa nongkrong di mana-mana bersama dengan geng-nya. Kini hanya bisa ‘nongkrong’ lewat online.

Bagi kalian yang juga merasa butuh energi besar untuk bisa menaklukan tantangan ‘di rumah saja’, teruslah berjuang! Niatkan ini untuk kebaikan bersama. Tantangan ini bukanlah tantangan individual, ini adalah tantangan bersama yang Tuhan berikan bukan hanya untuk 1 keluarga, 1 RT, 1 RW, 1 kelurahan, 1 kecamatan, 1 kota, 1 provinsi, 1 negara, ini adalah tantangan untuk dunia!

Ayo, terus semangat berjuang! Usahamu sangat berperan penting dalam perjuangan ini!    

Berita Terkait


Sering Pegang Gadget tapi Mata Cepat Lelah? Sudahkah Kamu Menerapkan Aturan 20-20-20 dengan Benar

Di era layar menyala hampir 24 jam, mata jadi salah satu organ yang paling sering “dipaksa kerja lembur” tanpa disadari....

Stop Mata Lelah Sebelum Terlambat: Waspadai Sindrom Ketegangan Mata Digital di Era Layar

Sindrom ketegangan mata digital kini menjadi masalah yang semakin sering dialami oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional seiring meningkatnya intensitas...

Tujuan dan Manfaat Adanya DLH Banjarbaru dalam Pengelolaan Lingkungan Kota

Lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan lembaga yang...

Mewujudkan Lingkungan Sehat lewat Situs Resmi https://dlhprobolinggo.id

Lingkungan yang sehat dan lestari menjadi dambaan bagi banyak kota, termasuk di Kota Probolinggo. Melalui platform digital mereka, yakni situs...

Program Unggulan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen dalam Mewujudkan Lingkungan yang Bersih dan Sehat

Dalam upaya membangun Kabupaten Sragen yang bersih, hijau, dan sehat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen menjalankan berbagai program strategis yang ditujukan...