Emosi Takut, Cemas, Sedih, Khawatir, dan Emosi Lainnya Itu Ternyata Punya 'Pesannya' Masing-masing!

Takut, cemas, sedih, khawatir, adalah emosi-emosi yang mungkin timbul di masa pandemi virus korona seperti sekarang ini. Beberapa waktu lalu aku mendengarkan sebuah perbincangan di salah satu radio swasta yang membahas mengenai masa pandemi virus korona ini.

Saat itu topik pembahasannya adalah mengenai emosi yang timbul di masa-masa seperti sekarang ini. Narasumber dalam diskusi tersebut menyebutkan bahwa itu adalah normal jika seseorang merasa takut. Bahkan rasa takut ini adalah hal yang sudah juga sepatutnya kita syukuri. Mengapa perlu disyukuri? Karena emosi adalah salah satu nikmat yang Tuhan berikan untuk kita. Bisa jadi akan sangat merepotkan juga jika seseorang tidak bisa merasakan emosi. Kita ambil saja salah satu emosi, yaitu rasa takut. Jika seseorang tidak merasa takut, dia tidak dapat memiliki tanda untuk melakukan sesuatu yang bernama antisipasi.

Ternyata berbagai emosi yang dapat kita rasakan, adalah datang bukan tanpa misi. Emosi-emosi yang kita rasakan ini memberi kita tanda agar kita melakukan antisipasi akan sesuatu. Ketika kita takut di masa pandemi ini, pesan yang ingin dibawa oleh rasa takut ini adalah agar kita dapat melakukan berbagai proteksi diri.

Emosi-emosi yang hadir dalam hidup kita, ada untuk dirasakan, diakui, baru kemudian kita melakukan sesuatu sesuai dengan pesan yang dibawa oleh emosi tersebut. Misal, ketika kita merasa takut di masa pandemi ini, aku rasa takut ini. Kemudian berdialoglah dengan diri. Identifikasi rasa takut ini datang dari sisi mana pandemi? Takut karena berbagai pemberitaan, atau takut karena alasan lainnya. Dari alasan yang ini meminta untuk diakui, akui rasa dari emosi yang muncul tersebut. Setelah ia diakui, pikirkanlah tindak lanjut apa yang akan kita lakukan untuk atasi penyebab takut tersebut. Misal jika memang alasan pemberitaan pandemi ini yang membuat seseorang takut, atur waktu untuk mengecek pemberitaan pada waktu tertentu saja.

Emosi apa yang sedang kamu rasakan sekarang?

 

Berita Terkait


Sering Pegang Gadget tapi Mata Cepat Lelah? Sudahkah Kamu Menerapkan Aturan 20-20-20 dengan Benar

Di era layar menyala hampir 24 jam, mata jadi salah satu organ yang paling sering “dipaksa kerja lembur” tanpa disadari....

Stop Mata Lelah Sebelum Terlambat: Waspadai Sindrom Ketegangan Mata Digital di Era Layar

Sindrom ketegangan mata digital kini menjadi masalah yang semakin sering dialami oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional seiring meningkatnya intensitas...

Tujuan dan Manfaat Adanya DLH Banjarbaru dalam Pengelolaan Lingkungan Kota

Lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan lembaga yang...

Mewujudkan Lingkungan Sehat lewat Situs Resmi https://dlhprobolinggo.id

Lingkungan yang sehat dan lestari menjadi dambaan bagi banyak kota, termasuk di Kota Probolinggo. Melalui platform digital mereka, yakni situs...

Program Unggulan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen dalam Mewujudkan Lingkungan yang Bersih dan Sehat

Dalam upaya membangun Kabupaten Sragen yang bersih, hijau, dan sehat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen menjalankan berbagai program strategis yang ditujukan...